Festival Kuliner Mangkunegaran yang bertajuk Makan-Makan resmi dibuka pada Jumat sore, 1 Mei 2026, di Pamedan Mangkunegaran, Solo, Jawa Tengah. Acara ini diselenggarakan dalam rangka merayakan ulang tahun Pura Mangkunegaran yang ke-269, dengan prosesi pembagian kue apem sebagai simbol berbagi berkah kepada masyarakat.
Prosesi ini diungkapkan oleh Gusti Raden Ajeng Ancillasura Marina Sudjiwo, atau yang akrab disapa Gusti Sura. Ia menjelaskan bahwa pembagian kue apem merupakan tradisi Boga Samromo yang dilaksanakan setiap hari Sabtu Pon dan acara besar lainnya. “Makna dari tradisi ini adalah berbagi untuk sesama,” ujarnya.
Dalam festival ini, pengunjung disuguhkan dengan sepuluh varian rasa kue apem yang mencerminkan perkembangan zaman, mulai dari rasa coklat, pandan, hingga teh. Gusti Sura berharap festival ini tidak hanya menjadi perayaan ulang tahun Pura Mangkunegaran, tetapi juga memperkuat kebersamaan masyarakat.
Selama tiga hari, dari 1 hingga 3 Mei, festival ini menghadirkan lebih dari 80 tenant kuliner dan non-kuliner yang dapat dinikmati oleh semua kalangan masyarakat tanpa dikenakan biaya masuk. Beberapa kuliner khas yang bisa ditemukan antara lain tahu petis keprabon dan jenang Bu Nik, serta warung legendaris seperti Getuk Trio dan Rawon Penjara.
Nuansa Harry Potter di Festival Makan-Makan
Salah satu hal menarik dari festival kali ini adalah nuansa yang menyerupai film Harry Potter. Gusti Sura mengungkapkan bahwa banyak orang yang merasakan atmosfer tersebut, terutama dengan banyaknya dekorasi bergambar kuda yang menjadi ikon perayaan Adeging Mangkunegaran tahun ini.
Glenn Ranti, Division Head Corporate Communications Permata Bank, yang turut hadir dalam acara ini, mengungkapkan kebanggaannya melihat antusiasme warga Solo untuk festival kuliner ini. “Lebih dari 100 tenant kuliner legendaris UMKM dari Solo dan sekitarnya berpartisipasi dalam acara ini,” ujarnya. Glenn menambahkan bahwa kehadiran Permata Bank dalam festival ini merupakan komitmen perusahaan untuk memberikan nilai tambah kepada masyarakat melalui kolaborasi yang bermanfaat.
Dampak Festival bagi Masyarakat
Festival Kuliner Mangkunegaran tidak hanya menjadi ajang untuk menikmati kuliner, tetapi juga berdampak positif bagi perekonomian lokal. Dengan banyaknya tenant dan pengunjung, festival ini menjadi daya tarik bagi wisatawan, sekaligus mempromosikan kuliner lokal yang otentik. Selain itu, melalui acara ini, tradisi dan budaya lokal juga dilestarikan dan diperkenalkan kepada generasi muda.
Kesimpulan
Dengan semangat berbagi dan merayakan kebersamaan, Festival Kuliner Mangkunegaran Makan-Makan diharapkan dapat terus dilaksanakan setiap tahunnya. Melalui inovasi dan tradisi yang dipadukan, festival ini menjadi peluang untuk mengangkat kuliner lokal sekaligus memperkuat identitas budaya daerah.