Seorang siswa berusia 14 tahun di Malaysia dilaporkan meninggal dunia setelah pingsan saat mengikuti latihan rugbi di sekolahnya pada Rabu malam sekitar pukul 18.00 waktu setempat. Insiden tragis ini terjadi setelah siswa tersebut mendengarkan pengarahan dari pelatihnya.
Yahya Endut, 64 tahun, yang merupakan paman dari korban, menyatakan bahwa ia segera bergegas dari Alor Gajah setelah mendengar kabar mengenai insiden tersebut. Ia mengaku telah membesarkan remaja itu sejak kecil dan merasa sangat kehilangan. “Saya diberitahu bahwa ia baru berlatih sekitar 15 menit sebelum berhenti untuk beristirahat,” ungkap Yahya pada Rabu malam.
Menurut penuturan Yahya, saat itu siswa tersebut sedang duduk dan mendengarkan pengarahan dari pelatih sebelum tiba-tiba mengalami kesulitan bernapas dan pingsan. Yahya menambahkan bahwa korban tidak pernah mengalami penyakit serius sebelumnya dan tidak pernah mengeluhkan masalah kesehatan baik di sekolah maupun di asrama.
Insiden ini memicu perhatian besar mengenai kesehatan dan keselamatan siswa saat berolahraga, terutama di sekolah-sekolah yang memiliki program ekstrakurikuler yang intensif. Keluarga dan pihak sekolah diharapkan lebih peka terhadap kondisi kesehatan siswa agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Dalam konteks Indonesia, insiden ini menjadi pengingat penting bagi orang tua dan sekolah untuk mengawasi kesehatan anak-anak mereka, terutama ketika terlibat dalam aktivitas fisik yang berat. Kesadaran akan pentingnya pemeriksaan kesehatan sebelum mengikuti kegiatan olahraga dapat membantu mencegah tragedi serupa terjadi.