Istirahat hidrasi dalam pertandingan sepak bola sering dianggap sebagai celah bagi stasiun televisi untuk menjual iklan. Hal ini menjadi sorotan ketika banyak pihak berharap praktik ini segera dihapus setelah Piala Dunia FIFA berakhir di Amerika Utara. Kapten Belanda, Virgil van Dijk, mengungkapkan ketidaksukaannya terhadap jeda ini, seraya menyatakan bahwa kebanyakan penonton juga merasakan hal serupa. Hanya ada satu suara yang terlihat mendukung ide tersebut, yaitu Alexi Lalas, yang dikenal sebagai sosok kontroversial di dunia sepak bola AS.
Pada minggu lalu, pelatih tim nasional pria AS, Mauricio Pochettino, juga menyatakan ketidaksetujuannya terhadap jeda hidrasi, kecuali dalam kondisi ekstrem. Menurutnya, saat cuaca baik, jeda ini menjadi tidak perlu. Meskipun jeda hidrasi diperkenalkan untuk melindungi kesehatan pemain di cuaca panas, banyak yang merasa bahwa penerapannya terlalu luas, bahkan di stadion berpendingin udara.
Namun, meski jeda ini tampaknya tidak akan dihapus, pelatih tim nasional wanita AS, Emma Hayes, menunjukkan bagaimana jeda ini bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan pengalaman menyaksikan pertandingan. Dalam program ITV Sport di Inggris, Hayes memberikan analisis taktis singkat yang sangat bermanfaat mengenai ‘kuartal pertama’ pertandingan. Ketika Spanyol berjuang melawan Cape Verde, dia menyoroti dua momen terbaik yang muncul dari ‘rotasi lebar’ dan mendorong tim untuk lebih sabar dalam mencari peluang.
Salah satu contoh yang dia berikan adalah ketika penyerang Spanyol, Ferran Torres, bergerak dari luar ke dalam, sementara Pedri bergerak dari dalam ke luar, menghasilkan umpan berbahaya. Di contoh lainnya, Torres bergerak dari dalam ke luar, sementara Marcos Llorente bergerak dari luar ke dalam, memungkinkan Torres mengoper bola dan menyerang kotak penalti.
Emma Hayes mulai dikenal setelah memberikan analisis taktis yang tajam selama Piala Eropa 2021. Dia mampu menyajikan wawasan yang sangat berguna dalam waktu singkat, dan analisisnya pada hari Senin berlangsung hanya 70 detik, namun memberikan lebih banyak nilai dibandingkan banyak komentar lainnya selama turnamen ini. Pendekatannya yang padat informasi dapat membantu pemirsa memahami permainan dengan lebih baik, dan mendorong lebih banyak penyajian analisis seperti ini dalam siaran sepak bola.
Meskipun FIFA sering menerapkan langkah-langkah yang belum teruji di turnamen besar, mereka berhasil mempercepat pertandingan dengan membatasi waktu lemparan dan tendangan gawang serta mengatur waktu pemain yang menerima perawatan medis. Namun, jeda hidrasi sepertinya masih tidak populer di kalangan penonton. Kekecewaan muncul ketika jeda iklan Fox Sports pada pertandingan pembuka antara Meksiko dan Afrika Selatan melampaui waktu, menyebabkan beberapa momen penting terlewatkan.
Dengan segala kontroversi yang menyelimuti jeda hidrasi, penting bagi kita sebagai penonton untuk tetap kritis dan berharap akan ada perbaikan dalam penyelenggaraan pertandingan di masa depan.