Nasional

Kecelakaan Kereta di Bekasi, Polisi Periksa Taksi Green SM

Kecelakaan kereta bekasi — Polisi periksa taksi Green SM terkait kecelakaan kereta di Bekasi, menewaskan 16 orang. Evaluasi keselamatan perkeretaapian a…

Kecelakaan kereta di Bekasi melibatkan taksi Green SM

telah melakukan pemeriksaan terhadap 31 orang saksi dalam upaya mengungkap insiden api yang terjadi di Stasiun Timur pada Senin, 27 April. Dalam proses penyelidikan ini, polisi juga berencana untuk memanggil perusahaan untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang peristiwa tersebut.

Di antara yang telah diperiksa oleh pihak kepolisian terdapat pengemudi taksi, petugas penjaga palang, hingga petugas operasional dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero). Menurut keterangan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, pihak yang diperiksa mencakup pelapor, korban, dan saksi-saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian.

“Kami sedang berusaha melengkapi penyidikan dengan menggali informasi dari Green SM, Dinas Tata Ruang, Dinas Pekerjaan Umum, serta Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Ini penting untuk mendapatkan gambaran utuh tentang kejadian tersebut,” ujar Budi di Jakarta pada Minggu, 3 Mei, seperti yang dilaporkan oleh Antara.

Proses penyidikan saat ini berada di bawah penanganan Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya, dengan langkah-langkah yang telah diambil termasuk pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP), pengumpulan barang bukti, analisis rekaman CCTV, dan koordinasi dengan rumah sakit terkait korban yang terlibat.

“Kami terus melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan pihak-pihak terkait lainnya,” tambahnya. Kecelakaan ini sangat serius, mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan banyak lainnya mengalami luka-luka. Sebagai respons, Presiden Prabowo Subianto berencana menutup perlintasan sebidang rel kereta yang berbenturan dengan jalan raya di Bekasi.

Kecelakaan tersebut terjadi ketika taksi Green SM mogok di tengah perlintasan akibat masalah pada sistem kelistrikan, kemudian ditabrak oleh kereta KRL yang melintas. Kejadian ini juga menyebabkan satu rangkaian KRL tujuan Cikarang berhenti darurat di Stasiun Bekasi Timur, namun malangnya, gerbong belakang kereta tersebut ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek, yang kembali merenggut nyawa penumpang.

Pemerintah berkomitmen untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan perkeretaapian untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang. Menteri Perhubungan juga telah menyatakan bahwa pihaknya akan mengevaluasi perusahaan taksi Green SM terkait insiden ini. Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menegaskan pentingnya penataan sistem pengamanan yang memadai di perlintasan kereta api untuk keselamatan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *