Seorang pria bernama Brandon Klayme dari Dartmouth, Nova Scotia, Kanada, mengalami perubahan hidup yang drastis akibat kesalahan penulisan satu karakter. Pada 23 Juli lalu, Pengadilan Banding Nova Scotia membebaskannya dari semua tuduhan setelah ia menjalani hukuman penjara selama 18 bulan untuk kejahatan yang tidak dilakukannya.
Cerita ini bermula pada tahun 2018 di Wisconsin, Amerika Serikat, saat polisi menyelidiki pelaku yang mengirimkan 125 pesan eksplisit kepada seorang gadis berusia 12 tahun melalui aplikasi pesan Kik. Nama pengguna pelaku adalah fus__ro_dah, terinspirasi dari sebuah mantra terkenal dalam permainan video The Elder Scrolls V: Skyrim. Namun, saat mengajukan permintaan data resmi, polisi keliru menuliskan nama tersebut menjadi fus_ro_dah, dengan satu karakter garis bawah yang hilang. Nama ini ternyata milik Brandon Klayme.
Akibat kesalahan tersebut, pihak aplikasi memberikan alamat email dan alamat IP yang terhubung dengan Klayme. Kasus itu kemudian dilanjutkan ke pihak berwenang di Kanada. Meskipun saat dilakukan penggeledahan di rumahnya tidak ditemukan bukti yang mengaitkan Klayme dengan kasus tersebut, ia tetap ditangkap dan didakwa atas tuduhan grooming anak di bawah umur serta kepemilikan materi pornografi anak. Tanpa adanya bukti yang kuat, Klayme divonis bersalah pada Januari 2024 dan dijatuhi hukuman penjara selama 18 bulan. Sayangnya, tidak ada pihak yang menyadari perbedaan kecil pada nama pengguna tersebut selama proses persidangan.
Kesalahan fatal ini baru terungkap ketika tim pengacara Klayme, yang dipimpin oleh Zeb Brown, meneliti kembali dokumen untuk persiapan banding. “Kami tidak mengerti bagaimana akun Pak Klayme bisa terlibat. Saat diperiksa kembali, perbedaannya sangat jelas terlihat pada salinan pesan,” ungkap Brown seperti yang dilaporkan oleh New York Times.
Akhirnya, hakim pengadilan banding memutuskan bahwa Klayme seharusnya tidak pernah didakwa, apalagi dihukum. Terungkap bahwa pelaku sebenarnya berada di California, Amerika Serikat. Kepolisian Daerah Halifax menyatakan bahwa penyelidikan ini berawal dari lembaga di Wisconsin dan mereka hanya membantu dalam pelaksanaan. Namun, bagi Klayme, penjelasan tersebut tidak dapat mengembalikan waktu serta reputasi yang telah hancur akibat kesalahan yang tidak terduga ini.